7 Cara Budidaya Sirsak agar Cepat Berbuah

BUDIDAYA SIRSAK. Jenis buah ini tentunya tidak asing lagi bagi kita kan, sirsak memiliki kulit luar bergerigi seperti duri akan tetapi tidak berbahaya. Sirsah memiliki rasa asam manis dan segar ini sering dikonsumsi baik langsung maupun dibuat jus. Khasiat sirsak sendiri juga sangat menakjubkan loh.

Menanam sirsak sendiri tidaklah sulit, karena tidak perlu melakukan perawatan intens. Buah sirsak sendiri dapat dihidangkan dan dijual di pasaran harganya pun ya lumayan lah buat jajan anak. Buah ini dapat tumbuh berdiameter 20-30 cm dan berat mencapai 2,5 kg.

Sebelum memasuki pokok pembahasan tentang budidaya sirsak dengan benar. Alangkah baiknya kita mengetahui syarat tumbuh menanam sirsak serta jenis-jenis sirsak. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui lebih jelasnya.

Syarat Tumbuh Budaya Sirsak

  • Budidaya sirsak sangat baik pada daerah dengan kelembaban cukup baik pada dataran rendah maupun tinggi hingga 1000 MDPL
  • Daerah dengan kandungan air yang cukup
  • Pertumbuhan sirsak akan lebih baik pada tempat dengan curah hujan 1500-2000 mm/th
  • Kandungan keasaman tanah atau ph tanah untuk budidaya sirsak sekitar 5,5-7

Jenis-Jenis Sirsak

  • Sirsak Ratu

Jenis sirsak ini memiliki bentuk dari kecil hingga besar, serta memiliki kulit luar berduri dan licin. Bagian daging buahnya manis dan bertepung. Dinamakan sirsak ratu karena kebanyakan jenis ini terdapat di daerah pelabuhan ratu jawa barat.

  • Sirsak Bali

Jenis sirsak ini memiliki ciri-ciri, buah yang lebih kecil dari varietas lain. Beratnya sekitar 200-300 gram. Ciri lain yaitu tidak memiliki duri, kulit licin dan memiliki rasa manis. Sirsak ini sangat cocok untuk pembuatan jus.

  • Sirsak Mandalika

Jenis sirsak ini paling banyak kita jumpai, karena penyebarannya hampir keseluruh wilayah Indonesia. Buah ini ditandai dengan duri jarang, mirip dengan buah nona, rasa sagat manis dan memiliki daging buah berwarna kuning.

  • Sirsak Biasa

Sama seperti dengan sirsak mandalika sirsak ini juga menyebar keseleruh negeri, ciri buah ini hampir sama dengan sirsak ratu. Akan tetapi memiliki kandungan air lebih banyak dan bertepung pada daging buahnya.

Budidaya Sirsak Dari Biji

Setelah kita mengetahui syarat tumbuh dan beberapa jenis sirsak. Merikut langkah-langkah menanam sirsak dengan benar :

1. Pemilihan Bibit

langkah budidaya sirsak pertama yaitu dengan memilik bibit berkualitas. Meski pertumbuhan lebih lama dibandingkan dengan metode vegetatif. Akar dari biji biasanya akan lebih kuat. Berikut cara mendapatkan biji sirsak :

  • Pastikan biji berasal dari buah berkualitas, dari indukan sehat tanpa terserang hama dan penyakit
  • Belah dan pisahkan biji dari daging buah
  • Bersihkan biji dan jemur dibawah terik matahari sampai kering

2. Penyemaian

Setelah kamu mendapatkan benih berkualitas langkah selanjutnya yaitu penyemaian benih sirsak.

  • Siapkan polybag berukuran sedang
  • Isi media polybag dengan tanah,pupuk kandang halus dan pasir. Perbandingan ketiganya 1:1:1
  • Masukan biji sirsak kering sedalam 1-2 cm. Taburkan campuran tanah diatas secara tipis untuk menutupnya
  • Percikan air setelah proses penyemaian selesai anda lakukan
  • Simpan media semai di tempat yang teduh
  • Anda bisa membuat penutup sungkup media semai agar tidak terkena air hujan langsung.
  • Rawat media semai sampai benih tumbuh dengan tinggi 30 cm dengan melakukan penyiraman dan pemupukan susulan.

3. Persiapan Lahan

Pengolahan lahan budidaya sirsak hampir sama dengan menanam mangga. Gemburkan lahan 2 kali menggunakan cangkul atau dengan bantuan mesin bajak. Dalam proses penggemburan sebaiknya bersamaan dengan pembersihan tanaman pengganggu.

Setelah lahan gembur dan bersih dari gulma, langkah selanjutnya yaitu dengan membuat lubang tanam. Lubang tanam tersebut sebaiknya berukuran 50x50x50 cm dan jarak antar lubang 4×4 m.

Berikan pupuk kandang /kompos sebanyak 10-15 kg setiap lubang. Siram media tanam untuk menjaga supaya tanah tidak kering. Diamkan media tanam selama 2-4 minggu sebelum proses penanaman. Tujuannya adalah untuk memberikan waktu bagi pupuk dasar terserap sempurna kedalam tanah.

4. Proses Penanaman

Setelah benih dan lahan siap untukdi gunakan, pindahkan bibit ke media tanam utama. Masukan bibit sirsak pas ditengah-tengah lubang kemudian tutup menggunakan campuran tanah diatas sambil di padatkan. Pastikan sebelum penanaman plastik polybag kamu buang terlebih dahulu. Siram setelah proses penanaman selesai dilakukan untuk menjaga agar media tanam tidak kekeringan. Waktu terbaik untuk budidaya sirsak adalah awal musim penghujan dan dilakukan pada waktu sore hari.

Budidaya Sirsak Dengan Metode Cangkok

Pembahsan kedua yaitu dengan memilih bibit menggunakan metode cangkok. Metode ini memiliki keuntungan tersendiri. Diantara keunggulannya yaitu, proses pertumbuhan serta pembuahan lebih cepat. Untuk mempersingkat waktu anda simak penjelasan di bawah ini :

Pemilihan Bibit dan Pencangkokan

Pastikan Indukan bebas dari hama dan penyakit. memeliki batang berdiameter sedang. dan memiliki buah berkualitas. Setelah menemukan indukan dengan spesifikasi tersebut berikut langkah pencakokan dengan benar :

1. Persiapan Alat dan Bahan :

  • Pisau tajam dan steril
  • Tangga apabila batang cangkok tinggi
  • Tali dan serabut kelapa atau plastik
  • Media cangkon berupa tanah,pupuk kompos dan serbuk gergaji perbandingan ketiganya 1:1:1
  • Ember berisi air

2. Proses Pencangkokan :

  • Setelah anda mendapatkan batang yang akan di cangkok kupas kulit batang menggunakan pisau tajam dengan panjang 10-15 cm
  • Bersihkan getah pada batang yang dikupas tadi
  • Siram menggunakan air, anda bisa menambahkan ZPT penumbuh akar.
  • Tempelkan campuran tanah diatas yang sudah merata pada bagian batang secara melingkar.
  • Tutup menggunakan serabut kelapa atau plastik. Apabila menggunakan plastik berikan lubang-lubang kecil.
  • Ikat bagian atas dan bawah menggunakan tali yang sudah kamu siapkan
  • Perawatan dengan cara menyiram setiap pagi dan sore hari
  • Pada usia 4-6 minggu setelah akar tumbuh, potong bibit dan bibit hasil cangkok siap dipindahkan ke media tanam utama.

Untuk proses pengolahan lahan dan penanaman bisa anda baca pada ulasan pertama. Langkah selanjutnya yaitu melakukan perawatan :

5. Perawatan Tanaman Sirsak

Perawatan tepat tentunya dapat merangsang pertumbuhan serta pembuahan menjadi lebih optimal. Berikut panduan perawatan menanam sirsak dengan benar :

  • Penyulaman

Seperti saat menanam timun penyulaman dilakukan untuk memaksimalkan lahan serta hasil panen. Proses penyulaman sebaiknya dilakukan sesegera mungkin, apabila anda mendapati bibit gagal tumbuh atau mati.

  • Penyiangan

Pembersihan tanaman gulma bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan lebih baik. Manfaat lain tentunya agar nutrisi dalam tanah dapat terserap sempurna oleh tanaman sirsak. Penyiangan pertama dilakukan setelah usia tanam 2 minggu. Sebaiknya pengecekan tanaman pengganggu rutin dilakukan mengingat pertumbuhan rumput gulma yang relatif cepat.

  • Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dalam budidaya sirsak, pertama anda lakukan setelah usia tanam 1 bulan. Pupuk sendiri dapat anda gunakan 100o gram/ batang tanaman. Berikian pupuk susulan setiap 3-4 bulan sekali. Berikan juga saat anda melihat tanaman sirsak dirasa kurang subur.

  • Pemangkasan

Pemangkasan bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan tunas utama. Proses ini dilakukan apabila pertumbuhan tunas berlebih atau saat kamu mendapati batang tunas kurang produktif.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan melakukan pemangkasan pada batang yang terkena penyakit agar tidak menyebar ke tanaman lain. Tentunya cara pertama dapat dilakukan jika serangan hama tidak terlalu parah. Cara kedua apabila serangan hama serta penyakit parah anda bisa menyemprotkan insektisida dan pestisida sesuai jenis penyakit dan sesuai dosis pada label kemasan.

7. Pemanenan Sirsak

Masa yang paling ditunggu oleh pembudidaya tentunya proses pemanenan. Pemanena sirsak dapat dilakukan setelah usia tanam memasuki usia 4-5 tahun apabila menanam dari biji. sedangkan 2-3 tahun cara vegetatif.

Sirsak dapat dipanen dengan ciri-ciri, jarak duri yang mulai lebar, serta berubah warna kekuningan, tekstur yang mulai lembut. Pemanenan dapat dipetik langsung, atau dengan menggunakan alat bantu apabila sirsak diluar jangkauan. Cuci sirsak menggunakan air bersih kemudian simpan di tempat lembab, biasanya sirsak akan masak 2-3 hari kemudian.

Untuk menjual sirsak sebaiknya sirsak di panen sebelum masak sempurna, akan tetapi sudah tua, hal itu dikarenakan buah sirsak tidak mampu bertahan dalam waktu yang lama.

Budidaya Sirsak di Halaman Rumah

Selain di lahan luas, menanam sirsak dapat anda lakukan di halaman rumah, selain dapat membuat halaman sejuk dan asri, hasil panen buah sirsah dapat dijadikan menu sehat keluarga anda. Berikut panduan lengkap budidaya sirsak di halaman rumah :

  • Bersihkan lahan rumah anda baik dari rumput dan batu-batuan
  • Gemburkan lahan dengan ukuran 4×4 m
  • Buat lubang dengan ukuran 50x50x50
  • Tambahkan pupuk dasar seperti penjelasan di atas
  • Masukan bibit pada media tanam dan tutup sambil dipadatkan

Untuk cara mendapatkan bibit serta perawatan bisa mengulang ulasan pertama.

Manfaat Buah sirsak Bagi Kesehatan

Setelah mengetahui cara menanam sirsak, sebaiknya dalam proses pemanenan anda tidak menjual semua hasil panen. Karena buah sirsak yang sangat bermanfaat bagi kesehatan berkat banyaknya kandungan vitamin di dalamnya. Beberapa manfaat sirsak bagi kesehatan antaralain :

  1. Dapat membunuh parasit dalam tubuh
  2. Membantu membersihkan sistem pencernaan
  3. Dapat meredakan nyeri
  4. Melancarkan saluran penapasan
  5. Baik untuk kesehatan kulit
  6. Dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Itulah ulasan dari kami tentang panduan lengkap budidaya sirsak. Semoga ulasan ini memberikan manfaat serta informasi positif buat anda.

Salam hangat buat anda dan keluarga anda

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment