2 Cara Menanam Bawang Merah di Dalam Pot dan Musim Hujan

2 cara menanam bawang merah di Dalam Pot dan Musim HujanSalam Sejahtera buat Kita semua, kali ini mbah tani akan mengulas tuntas bagaimana cara menanam bawang merah. Baik di pot maupun pada musim hujan. Bawang merah adalah salah satu bumbu dapur yang sangat penting. Hampir semua masakan yang ada memakai bawang merah. Tidak heran apabila harga bawang merah terkadang lebih mahal dibandingkan dengan bumbu lain seperti bawang putih serta bumbu lainnya. cara menanam bawah merah dapat dilakukan dalam media pot, sawah ataupun kebun serta melalui metode hidroponik.

Bawang merah dengan nama latin Allium cepa var ascalonicum, berasal dari negara iran, pakistan dan negara sekitarnya. Selain digunakan bumbu masak bawang merah juga sering dijadikan makanan seperti bawang merah goreng, acar untuk pelengkap makanan atau bisa juga dengan dimakan mentah. Mari kita memulai pembahasan utama kita yaitu bagaimana cara menanam bawang merah baik di pot atau di musim hujan.

Cara Menanam Bawang Merah di Pot

Cara menanam bawang merah tidak harus di lahan yang luas anda bisa menanamnya di halaman rumah, yaitu dengan media pot. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah jenis pot yang akan anda pilih. Umumnya pot tanaman ada dua macam, pot lantai dan gantung. Jika anda memilih pot gantung yang perlu diperhatikan adalah berat pot saat melakukan penyiraman dan itu akan membutuhkan tali yang benar-benar kuat serta pot yang kuat pula, Berikut ulasan cara menanam bawang merah di pot

1. Pemilihan media tanam

Pastikan pot yang anda pilih memiliki lubang karena saya pernah membeli asal, ternyata pot tersebut tidak memiliki lubang di bawahnya. Pot yang memiliki lubang bertujuan agar saat penyiraman kandungan air yang ada dalam tanah tidak berlebihan. Semua jenis pot dapat digunakan untuk media tanam, baik berbahan plastik, tanah ataupun berbahan keramik.

2. Persiapan bibit bawang merah

Ada dua cara persiapan pembibbitan bawang merah, pertama dengan membelinya ditoko pertanian dan membuat bibit sendiri dari sisa-sisa bumbu dapur. Untuk anda yan ingin membuat bibit bawang merah sendiri hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut :

  • Pilih bawah merah yang tidak memiliki anakan atau bersifat tunggal.
  • Pilih bawang yang sudah tumbuh tunas dan memiliki akar.
  • Bawang merah tidak keriput dan busuk

3. Penanaman

Setelah anda mendapatkan bibit yang sesuai dengan sepsifikasi diatas langkah selanjutnya yaitu proses penanaman. berikut langkah-langkahnya :

  1. Siapkan tanah gembur serta mengandung banyak humus ciri-cinya biasanya terdapat cacing tanah, selanjutnya campurkan dengan pupuk kandang.
  2. Masukan tanah tersebut kedalam pot dan disiram dengan air untuk menjaga kelembaban tanah
  3. Sebelum menanam bibit bawang merah sebaiknya anda potong 1/4 tunas bawang, bertujuan untuk merangsang tunas baru. masukan bibit bawang merah dengan tunas dibagian atas.
  4.  Hal penting selanjutnya bibit bawang jangan dikubur semuanya, bagian atas bawang harus terkena sinar matahari langsung agar dapat bertumbuh dengan baik dan subur.
  5. Waktu menanam bibit bawang merah sebaiknya anda lakukan pada waktu pagi dan sore hari.

4. Cara Perawatan Bawang Merah

Setelah anda mengetahui bagaimana cara menanam bawang merah, tahap ini sangat penting untuk diperhatikan. Keberhasilan dalam menanam sangat tergantung pada perawatan yang baik pula. berikut cara perawatan bawang merah yang baik.

  • Penyiraman secara rutin

Penyiraman pada awal penanaman bawang merah dilakukan sebanyak 2 kali sehari, bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah. Akan tetapi saat tanaman berusia 1o hari penyiraman cukup sekali dalam sehari.

  • Pemberian pupuk lanjutan

Pemberian pupuk lanjutan sangat perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan dalam menanam bawang merah. Jenis pupuk biasanya ada dua jenis yaitu pupuk daun serta pupuk buah. pupuk daun bertujuan untuk melebatkan serta menyuburkan daun dan pupuk buah untuk menumbuhkan buah.

  • Pengendalian hama

Pada umunya ada dua masalah yang dihadapi para petani dalam hal menanam bawang merah yang bisa juga anda temui saat menanam bawang merah di pot. yaitu serangan hama dan layunya daun bawang merah.

Ciri-ciri tanaman terkena hama ulat biasanya terdapat bintik-bintik putih pada daun, serta terdapat sobekan karena dimakan oleh ulat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut ada dua cara yaitu dengan organik serta kimiawi. anda bisa menyemperotkan insektisida ke tanaman bawang merah yang terkena ulat. Namun apabila serangan hama tidak terlalu parah anda cukup membuang daun yang terkena ulat secara manual.

  • Cara Mengatasi penyakit layu

Sama halnya dengan cara diatas mengatasi penyakit layu pada daun bawang merah ada dua cara yaitu dengan cara organik dan kimiawi. Penyebab layunya daun bawang merah biasanya karena terserang jamur dengan ciri-ciri menguningnya ujung daun. Untuk mengatasi dengan cara organik anda hanya mencabut sampai keujung agar tidak menyebar ketanaman lain. Apabila anda ingin menggunakan cara kimia dengan menyemprotkan insektisida secara merata hal yang perlu diperhatikan ialah takaran bahan kimia agar tidak tidak terlalu berlebihan.

Baca juga :

Cara Menanam Bawang Merah di Musim Hujan

2 cara menanam bawang merah di Dalam Pot dan Musim Hujan

Untuk cara menanam bawang di musim hujan anda harus lebih memperhatikannya, hal itu disebabkan karena pada musim hujan tanaman bawang merah sangat mudah terserang hama penyakit dibanding dengan tanaman lain seperti cara menanam jagung. Sebelum anda menanam bawah merah dimusim hujan alangkah baiknya anda mengetahui jenis tanah serta lokasi dan varietas bawang merah mana yang cocok ditanam pada musim hujan. Berikut ulasannya :

1. Varietas Bawang merah yang cocok di musim hujan

  • Bawang merah sembrani

Bawang merah jenis ini mampu beradaptasi pada musim hujan serta sangat cocok di tanah yang kering dengan potensi panen kurang lebih 24 ton/ha.

  • Bawang merah vaja

Bawang merah jenis ini dapat beradaptasi dengan baik pada dataran tinggi meskipun memiliki curah hujan yang tinggi pula.

  • Bawang merah trisula

Sama seperti jenis di atas, bawang merah jenis trisula juga dapat beradaptasi dengan baik pada musim hujan, jenis ini memiliki umur panen normal yaitu sekitar 55 hari dengan potensi panen kurang lebih 23 ton / ha.

  • Bawang merah bauji / lokal

Jenis bawang ini juga mampu bertahan terhadap air.

2. Jenis Tanah yang Cocok Pada Musim Hujan

Selain Varietas bawang merah yang perlu anda perhatikan untuk cara menanam bawang merah di musim hujan lainnya yaitu, kondisi tanah dan lokasi juga tak kalah pentingnya demi kesuksesan pada proses panen nantinya. Berikut jenis serta lokasi tanah yang cocok :

  • Tanah yang cocok untuk menanam bawah merah pada musim hujan yaitu tanah yang memiliki tekstur sedang sampai liat.
  • Jenis tanah yang lain seperti latosol coklat, andisol serta asosiasi latosol-andisol.
  • Lokasi yang cocok untuk menanam bawang merah yaitu lokasi yang terbuka.
  • Lahan yang terkena sinar matahari langsung.

Setelah mengetahui keduanya mari kita bahas cara pengolahan keduanya baik lahan maupun pembibitannya :

2 cara menanam bawang merah di Dalam Pot dan Musim Hujan

 

1. Pengolahan lahan

Pertama gemburkan tanah dengan dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 20-30 cm serta dibuat bedengan. Taburkan bokasi sebelum pembedengan dengan ukuran 3 ton/ha serta 0,5-1 ton / ha dolomit dan NPK maupun SP sampai merata sebagai pupuk dasar media tanam. Bedengan dibuat dengan ukuran tinggi sekitar 30 cm lebar antara 70-80 cm serta jarak bedengan 40-50 cm. Bagian tengah bedengan di tutup dengan musa / plastik yang berguna untuk menjaga kelembaban tanah.

2. Pemilihan bibit

Menurut pengalaman saya dari membaca berbagai sumber varietas paling baik dalam menanam bawang di musim hujan ialah varietas bauji/lokal karena jenis ini sangat tahan terhadap air, tetapi masalah ini anda yang menentukan varietas mana yang akan anda pilih.

3. Proses penanaman

Buang kulit luar yang mengering serta potong ujung tunas agar saat turun hujan daun tidak tertimbun ke tanah. manfaat lain yaitu supaya tanaman bawang merah tumbuh serempak serta merangsang tunas baru. Bekas dari pemotongan ujung tunas dibuang atau ditiriskan agar tidak terjadi pembusukan ke tanaman.

4. Perawatan

Di tengah bedengan akan mengalir air, usahakan air tidak lebih dari setengah bedengan yang anda buat. Hal ini bertujuan agar bibit bisa di benam kan 2/3 dari bibit, apabila terlalu dalam akan mudah tertimbun oleh tanah serta bibit akan membusuk dan mengganggu proses pertumbuhan.

Anda bisa menyemprotkan herbisida berbahan aktif oksifluerfen dengan dosis 25 cc / 17 liter. kemudian cek secara rutin pertumbuhan gulma agar tidak mengganggu pertumbuhan bawang merah. Apabila anda menggunakan mulsa/plastik tentunya langkah ini tidak terlalu membuat anda mengeluarkan tenaga, karena mulsa tersebut juga berfungsi untuk menghambat pertumbuhan gulma yang sangat cepat, lakukan penyemprotan setelah penyiangan.

Pemupukan dilakukan setelah tanaman berusia 7 hari, anda bisa gunakan pupuk NPK 210 kg/ha serta KCL 150 kg/ha dan furadan 7-10 kg /ha. Pemupukan kedua saat usia 21 hri dengan menggunakan campuran NPK 175 kg/ha, KCL 100kg /ha serta ZKplus 210 kg/ha. Terakhir saat usia 28 hari dengan campuran NPK 70 kg/ha dan ZKplus 240 kg/ha.

Itulah ulasan dari saya mengenai bagaimana cara menanam bawah merah di pot dan di musim hujan, semoga bermanfaat.

Salam hangat  serta sukses untuk keluarga anda.

 

 

 

 

Leave a Comment