6 Tahap Cara Menanam Sawi yang Baik dan Benar

6 Tahap Cara Menanam Sawi yang Baik dan BenarCara menanam sawi di polybag tidak terlalu rumit untuk dilakukan. Melakukan pemilihan bibit yang unggul, pemeliharaan dengan baik serta penanaman yang tepat supaya menghasilkan panen sesuai yang diharapkan. Mari kita bahas secara rinci untuk mengenal lebih dalam tentang sayuran yang memiliki gizi yang tinggi ini. Sawi dengan nama latin brassika rapa sering digunakan sebagai pelengkap sayur pada baso, mie ayam serta nasi goreng.

Sayuran sawi yang mengandung fitonutrien bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita serta dapat mencegah beberpa penyakit. Kandungan vitamin C pada sawi ternyata lebih besar dibandingkan dengan kandungan vitamin C pada buah jeruk. Mengkonsumsi sawi secara rutin ternyata dapat mencegah penyakit diabetes serta jantung. Selain itu sawi juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya peradangan tenggorokan serta mencegah terjadinya plak pada pembuluh arteri.

Berikut kandungan gizi yang terdapat pada sayuran sawi :

  • serat
  • kalori
  • lemak
  • karbohidrat
  • kalsium
  • forfor
  • zat besi
  • vitamin A dan vitamin C serta vitamin B1

Dengan khasiat yang begitu besar bagi kesehatan tubuh, kebutuhan sayuran sawi di masyarakatpun semakin meningkat. Hal itu dapat anda manfaat untuk membudidayakan sayuran sawi sebagai bisnis anda. Cara menanam sawi sendiri dapat dilakukan di beberapa media seperti polybag, pot halaman rumah bahkan lahan yang luas sekalipun. Mari kita simak bagaimana cara menanam sawi yang baik dan benar.

Pemilihan lahan

Tanaman sawi sangat cocok untuk di tanam pada tanah yang gembur serta mengandung banyak humus dan subur. Sawi juga sangat baik di tanam pada dataran tinggi yang memiliki curah hujan yang tinggi. Untuk ukuran keasaman atau ph tanah yang cocok buat menanam sawi kurang lebih 6-7 ph. Pada musim kemarau sawi harus lebih diperhatikan karena tanaman sawi sangat membutuhkan air dibandig tanaman lain. Pada dasarnya tanaman sawi dapat tumbuh dimana saja tergantung dari perwatan yang anda lakukan. Berikut tahapan cara menanam sawi yang benar.

Cara menanam sawi di polybag

6 Tahap Cara Menanam Sawi yang Baik dan Benar

Cara menanam sawi di polybag tentunya tidak menyulitkan anda untuk perawatannya karena dalam media ini anda bisa menanamnya di dekat rumah anda yang tentunya mempermudah anda dalam perawatannya. Langkah-langkah cara menanam sawi di polybag sebagai berikut :

1. Pemilihan bibit berkualitas

Berhasil tidaknya panen pada sebuah tanaman sangat bergantung pada pemilihan bibit yang berkualitas, begutpun dengan cara menanam sawi hal paling utama adalah dengan memilih bibit yang berkualitas. Berikut ciri-ciri bibit sawi yang berkualitas.

  • Bibit sawi yang berkualitas memiliki warna coklat yang kehitaman.
  • Bentuk kecil-kecil serta berbentuk bulat.
  • Memiliki permukaan licin serta mengkilap.
  • Di bungkus dengan aluminium foil yang belum sobek atau terbuka.

2. Penyemaian bibit sawi 

6 Tahap Cara Menanam Sawi yang Baik dan Benar

Setelah anda memilih bibit yang berkualitas langkah selanjutnya adalah dengan menyemaikan bibit sebelum di pindah ke media tanam. Berikut cara semai bibit sawi :

  1. Siapkan polybag berdiameter 15 cm
  2. Masukan tanah gembur serta campurkan pupuk organik atau pupuk kompos kedalam polybag.
  3. Masukan biji sawi ke dalam media semai
  4. Siram 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore hari.
  5. Setelah berusia 3-4 minggu atau bibit sawi sudah tumbuh serta memiliki 4 helai daun maka bibit sawi tersebut siap dipindahkan ke media tanam utama.

3. Pemindahan atau penanaman bibit sawi

Setelah semai berjalan dengan lancar langkah selanjutnya yaitu memindahkan bibit sawi ke media tanam utama. Sebelum di pindah kemedia tanam utama pastikan anda sudah membuat media tanam seminggu sebelum ditanami sawi. Siapkan polybag dengan ukuran sedang atau dengan selera anda, masukan tanah dengan campuran pupuk kandang atau pupuk kompos.

Baca juga :

Buat lubang mengunakan jari, setiap satu polybag dapat di isi dengan 3 bibit tanaman sawi. Saat anda mencabut bibit dari persemaian diharapkan dengan hati-hati agar akar tanaman tidak putus serta rusak. Tanam bibit ke lubang yang anda buat tadi kemudian tutup kembali dengan tanah sampai pangkal pohon. Penyiraman dilakukan sebanyak 2 kali sehari pada wakti pagi dan sore hari.

4. Pemeliharaan tanaman sawi

Langkah ini juga tak kalah penting untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Berikut pemeliharaan tanaman sawi yang baik.

  • Penyiraman

Penyiraman sangat penting dilakukan apa lagi saat musim kemarau dimana sawi memerlukan banyak air oleh karena itu saat musim kemarau pemyiraman dilakukan 2 kali pada pagi dan sore hari.

  • Penjarangan

Penjarangan dilakukan apabila media tanam yang terlalu sempit dengan mencabut dan memilih tanaman yang paling bagus, langkah ini dilakukan 2 minggu setelah melakukan penanaman. Hal ini harus diperhatikan mengingat tanaman sawi tidak akan bertumbuh dengan baik apa bila tanaman terlalu sempit.

  • Penyulaman

Langkah ini dilakukan apabila terdapat tanaman yang mati baik karena terserang hama penyakit dengan mengganti tanaman yang baru. Untuk pengendalian hama akan kita bahas pada ulasan di bawah. Langkah ini dilakukan secara rutin setiap seminggu sekali untuk menjaga kesehatan serta kesuburan tanaman lain.

  • Penyiangan

Penyiangan dilakukan sebanyak 2-4 kali dalam sekali tanam, dengan cara membuang daun yang terserang hama bertujuan agar tidak menyerang ke tanaman lain.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan setelah tanaman berusia 3 minggu untuk menunjang pertumbuhan sawi agar menghasilkan panen yang berkualitas. Anda bisa menggunakan pupuk urea dalam proses pemupukan ini.

5. Pengendalian hama tanaman sawi

Setelah anda mengetahui bagaimana cara pemeliharaan yang baik selanjutnya mari kita bahas bagaimana cara pengendalian hama serta penyakit pada tanaman sawi supaya dapat menghasilkan panen yang berkualitas.

  1. Hama ulat

Jenis hama ini biasanya menyerang bagian akar dan daun tanaman sawi, dengan ciri-ciri terdapat lubang-lubang kecil pada daun dan mengeringnya akar tanaman sawi. Jika hal itu tidak ditindak lanjuti sesegera mungkin akan menyebabkan tanaman sawi mati dan akan menyebar ke tanaman lain.

Ulat tanah juga sering menyerang tanaman sawi dengan gejala menguning serta layunya daun sawi.Pengendalian 2 jenis hama ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

  • Cara manual / organik

Cara ini cukup dengan membuang semua ulat yang ada pada tanaman kemudian bakar ulat tersebut.

  • Cara kimiawi

Cara kimiawi dilakukan dengan menyemprotkan cairan insektisida sesuai dengan dosis bertujuan agar sayur sawi tidak banyak mengandung bahan kimia.

6. Pengendalian penyakit

Penyakit yang sering menyerang tanaman sawi yaitu membusuknya daun yang di awali dengan menguning serta daun berlendir yang kemudian terjadi pembusukan pada daun. cara pengendalian penyakit sawi ini bisa dengan cara sanitasi dan penyemprotan fungisida jenis bion. Selain dapat mengendalikan pembusukan pada daun sanitasi juga dapat mengatasi penyakit akar yang kering serta membusuk. Untuk pengendalian bercak daun dapat dikendalikan dengan menyemprotkan fungsida berbahan aktif.

7. Pemanenan Sawi

Pemanenan sawi dapat anda lakukan setelah berusia 50-80 hari tanam, dengan cara mencabut langsung kemudian bersihkan tanah yang menempel pada bagian bawah sawi. Anda bisa memotong bagian terluar daun sawi apabila terlihat kurang segar. Segera pindahkan di tempat yang teduh supaya sawi tidak layu.

Itulah ulasan dari saya mengenai bagaimana cara menanam sawi yang baik agar menghasilkan hasil panen yang  berkualitas tinggi. Semoga bermanfaat serta menambah wawasan buat anda. Salam sejahtera untuk anda dan keluarga.

 

Leave a Comment