5 Cara Membuat Pupuk Organik Bagi Pemula dengan Benar

Membuat pupuk organik. Pada kesempatan kali ini ilmutanah.com akan mengulas secara lengkap cara membuat pupuk organik dengan benar. Baik pupuk organik cair super maupun padat, semua akan coba kami bahas sejelas mungkin.

Seperti yang kita sadari setiap kita membudidayakan tanaman maupun buahan tentunya tidak lepas dari pemupukan, baik organik maupun kimiawi. Semua proses tersebut tentunya demi menghasilkan panen berlimpah serta berkualitas. Namun dalam pemupukan alangkah baiknya untuk menggunakan pupuk organik baik cair maupun padat. Lantas bagaimana cara membuat pupuk organik dengan benar???? simak penjelasan di bawah ini dengan seksama :

Membuat Pupuk Organik Cair (POC)

Pada pembahasan pertama ini kami akan mengulas cara membuat pupuk organik cair berkualitas super. Pupuk organik sendiri memiliki keuntungan tersendiri bagi para petani, salah satunya yaitu proses penyerapan pupuk yang lebih cepat dibandingkan dengan pupuk organik jenis lain. Berikut tahapan pembuatan pupuk cair dengan benar :

1. Persiapan Bahan Dasar POC

Langkah penting dalam membuat pupuk organik cair yang benar yaitu dengan memilih bahan dengan kandungan nutrisi mikro maupun makro supaya mendapatkan pupuk yang mengandung kandungan nutrisi tinggi. Diantara bahan-bahan dasar yang bisa anda gunakan yaitu :

  • Ampas kelapa
  • sisa sayuran
  • Air cucian beras
  • Bagian dalam batang pisang
  • Ampas kedelai
  • Dedak dan Bungkil
  • Air kencing kambing atau hewan herbivora lainnya
  • Nasi basi/tepung gandum dan beras
  • Kotoran Ayam atau ternak

Pilihlah campuran diatas yang mudah anda dapatkan (sebanyak mungkin),karena bahan diatas bersifat opsional, akan tetapi beberapa menu di bawah ini wajib anda miliki dalam membuat pupuk organik cair. Diantaranya :

  • Telur serta madu
  • Susu cair maupun bubuk
  • EM4 dan tetes tebu /gula
  • Air klamud (kelapa muda)

Meskipun membuat pupuk organik cair dapat anda lakukan dengan bahan seadanya, akan tetapi semakin lengkap bahan yang anda dunakan maka semakin berkualitas pula pupuk cair yang akan anda dapatkan.

2. Penghalusan Bahan Dasar Pupuk Cair

Langkah kedua yaitu dengan memotong kecel-kecil bahan dasar menggunakan pisau. Dalam tahap ini anda bisa menggunakan alat pemotong menggunakan mesin agar hasilnya semakin kecil seperti bubur. Semakin kecil dan lembut proses pemotongan maka semakin baik dalam proses penguapan.

3. Mikroorganisme Pengurai

Mikroorganisme pengurai sebaiknya anda menggunakan jenis bakteri pengurai yang baik, supaya dapat melawan bakteri yang dapat menyerang tanaman. Umumnya mikroorganisme yang digunakan dalam pembuatan pupuk orgnik cair yaitu EM4. Berikut cara mengaktifkan jenis bakteri tersebut :

  • Larutkan gula (air tetesan tebu) kedalam 10 liter air bersih.
  • Tambakan minimal 4 tutup botol EM4 (200-500 cc) aduk hingga merata dan diamkan selama 1-2 hari.

4. Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair

5 Cara Membuat Pupuk Organik Bagi Pemula dengan Benar

Setelah proses di atas telah anda lakukan berikut tahapan membuat pupuk organik cair dengan tepat :

  • Campurkan bahan padat yang sudah dihaluskan sampai merata
  • Masukan campuran di atas pada kain atau karung asalkan memiliki pori-pori
  • Selanjutnya yaitu dengan mencampur bahan cair yang sudah anda siapkan di atas, masukan pada tong bisa juga menggunakan ember atau media lain. setelah itu masukan juga wadah yang berisi bahan padat tersebut.
  • Pastikan pula bahan padat terendam oleh bahan campuran bahan cair. anda bisa menambahkan batu supaya lebih berat.
  • Tutup rapat tong ataupun ember, kemudian buat lubang sebesar selang angin pada bagian ujung selang masukan kedalam botol bekas sebagai pengatur suhu agar tetap seimbang.
  • Proses penguraian pupuk cair ini umumnya memakan waktu sekitar 1 bulan.
  • Buka tong kemudian peras kantong berisi bahan padat untuk mengeluarkan nutrisi pupuk cair.
  • Setelah proses pemerasan selesai anda lakukan, saring air tersebut dan simpan nutrisi poc bersih pada botol bekas yang bersih.

5. Ciri Proses Penguraian Berhasil

Langkah terahir yaitu mengecek apakah dalam membuat pupuk organik cair yang anda kerjakan berhasil atau gagal. Ciri-ciri POC berhasil memiliki bau fermentasi seperti tape, jika nutrisi yang anda dapatkan berbau busuk maka dipastikan poc tersebut gagal. Bau busuk berasal dari bakteri jahat yang berbahaya bagi tanaman.

Cara lain untuk mengetahui poc berhasil atau tidak dapat anda coba pada tanaman yang anda miliki. Berikan POC sebanyak 5-10 cc/ liter air kemudian kocorkan pada pangkal tanaman serta semprotkan juga pada bagian daun. Setelah 2-3 hari apabila poc berhasil tanaman akan semakin subur dan terlihat segar.

Cara Membuat Pupuk Organik Padat Bagi Pemula

5 Cara Membuat Pupuk Organik Bagi Pemula dengan Benar

Setelah kita mengetahui tahapan membuat pupuk organik cair, pembahasan kedua kali ini yaitu langkah pembuatan pupuk padat dengan benar. Untuk mempersingkat waktu anda simak ulasan dibawah ini.

1. Persiapan Bahan

Pupuk organik tentunya menggunakan bahan organik diantaranya, kotoran kambing atau hewan lainnya dan sisa-sisa sayuran. Tambahan bahan lain bisa menggunakan arang sekam, merang dan dedak.

Bahan Pendukung lainnya yaitu dengan menambahkan bahan dasar yang memiliki kandungan NPK tinggi seperti, daun bambu, pelepah pisang dan daun lamtoro serta pegagan. Bahan untuk mempercepat pengomposan bisa menggunakan cairan seperti saat anda membuat pupuk organik cair yaitu EM4 dan gula pasir atau tetes tebu.

2. Komposisi Bahan Membuat Pupuk Organik Padat

Tahap kedua yaitu dengan perbandingan yang tepat tentunya dapat menghasilkan pupuk organik padat berkualitas. Penggunaan jerami padi sebanyak 30 %, kotoran ternak 40 % dan bahan lainnya seperti arang sekam dan dedak masing-masing 10 %.

Baca juga :

Dalam pembuatan 1 ton pupuk setidaknya membutuhkan 300 kg jerami, 400 kg kotoran ternak, 100 kg arang sekam, dedak dan bahan-bahan yang lainnya. Dosis untuk mikroorganisme EM4 setidaknya membutuhkan 1 liter dan 250 gram gula pasir.

3. Proses Pembuatan Pupuk Organik Padat

Haluskan bahan-bahan organik seperti saat anda membuat pupuk organik cair, kemudain siram dengan air bercampur mikroorganisme dan gula pasir sebanyak 50-100 liter air. Setelah proses penghalusan serta pemberian mikroba merata, buatlah gundungan dengan tinggi maksimal 35 cm.

Tutup gundukan menggunakan terpal atau alat lain, pastikan suhu selama proses fermentasi tetap terjaga pada 50º C. Apabila suhu terlalu tinggi anda bisa membuka penutup gundukan serta mengaduknya. untuk memaksimalkan hasil pengecekan suhu sebaiknya anda lakukan setiap hari. Pupuk organik padat dapat anda gunakan setelah 10-15 hari proses fermentasi telah anda lakukan.

Kegagalan yang sering terjadi saat membuat pupuk organik padat yaitu tingginya suhu akibat kurangnya pengecekan yang kurang baik. Karena tingginya suhu dapat mengakibatkan pembusukan serta rusak.

Itulah ulasan dari kami mengenai bagaimana cara membuat pupuk organik baik cair maupun padat bagi pemula dengan benar. Semoga ulasan kali ini memberikan informasi serta wawasan yang positif buat anda.

Salam tani Indonesia buat anda dan keluarga.

 

 

 

 

Leave a Comment