7 Tips Sukses Menanam Cabe Rawit Agar Panen Berlimpah

Menanam cabe rawit. Pastinya semua orang tahu salah satu bumbu masak ini. Apalagi buat ibu-ibu rumah tangga yang setiap harinya bertemu dengan dapur. Cabe rawit adalah salah satu bumbu pokok dapur, terlebih bagi mereka pecinta masakan pedas. Jenis bumbu ini juga banyak ditemukan di negara kita, karena sangat cocok dibudidayakan pada daerah tropis.

Cabai rawit dengan nama latin Capsicum Frutescens adalah jenis cabai paling pedas diantara cabai merah dan cabai kerting. Akan tetapi jenis ini memiliki ukuran cenderung kecil dibanding jenis keduanya.

Syarat Tumbuh Menanam Cabai Rawit

Sebelum melangkah ke pembahasan pokok, berikut syarat tumbuh budidaya cabai rawit yang harus kamu tahu.

  • Tanaman cabai rawit dapat tumbuh dengan optimal pada daerah dataran rendah sekitar 0-500 MDPL, akan tetapi dapat juga ditanam pada ketinggian 1000 MDPL meskipun hasilnya kurang.
  • Tempat terbuka dengan intensitas cahaya matahari penuh sekitar 8 jam setiap harinya
  • Tanah bertekstur gembur adalah media tanam terbaik serta memiliki kandungan keasaman tanah kurang lebih 6,5-7

Menanam Cabai Rawit Di Lahan

Setelah mengetahui syarat tumbuh cabe rawit berikut Tips sukses membudidayakan cabe rawit agar panen berlimpah.

1. Persiapan lahan

Tips pertama menanam cabe rawit yaitu dengan pengolahan lahan dengan benar. Seperti yang sudah kami singgung diatas, tanaman cabai dapat tumbuh maksimal pada lahan gembur. Untuk itu gemburkan terlebih dahulu bersamaan pembersihan tanaman pengganggu.

Setelah lahan gembur buatlah bedengan dengan lebar 90-100 cm, tinggi bedengan sekitar 30 cm dan panjang bedengan tentunya menyesuaikan lahan anda. Guna mencegah terjadinya genangan pada media tanam yang dapat mengakibatkan pembusukan pada akar, buatlah jarak bedengan sedikit lebar yaitu sekitar 50-70 cm. Anda juga bisa menambahkan mulsa plastik diatas bedengan apabila memiliki uang lebih. Manfaat mulsa plastik diantaranya, untuk mengontrol kelembaban tanah dan menghambat pertumbuhan rumput gulma.

2. Pemilihan Berkualitas

Pemilihan bibit dalam menanam cabai rawit dapat anda lakukan dengan dua cara, yaitu dengan membelinya di toko pertanian. Apabila anda membeli di toko pastikan anda memilih jenis hibrida karena jenis tersbut salah satu bibit unggul.

Cara kedua yaitu dengan memanfaatkan tanaman cabai rawit sebelumnya anda tanam. Pastikan bibit berasal dari indukan sehat tanpa terserang hama dan penyakit. Selain itu buah cabai rawit sudah masak dengan ditandai berubah warna kulit menjadi merah sekitar 90 %.

3. Penyemaian Benih

Tips ke tiga menanam cabe rawit adalah penyamaian dengan benar, kebanyakan dari para pembudidaya gagal dalam tahap ini, untuk mengurangi resiko tersebut berikut cara penyemaian benih cabai rawit :

  • Siapkan polybag dengan ukuran kecil
  • Isi dengan media semai berupa tanah komos, atau tanah dicampur dengan pupuk kandang maupun organik dengan perbandingan 1:1
  • Sebelum bibit disemai rendam terlebih dahulu kedalam air hangat bercampur ZPT selama 6-7 jam
  • Apabila anda sulit mencari zat diatas anda bisa menggunakan irisan bawang merah sebagai pengganti ZPT
  • Setelah direndam tiriskan bibit kemudian masukan benih kedalam media semai sekitar 5 cm 1 biji satu media semai
  • Taburkan tanah secara tipis unuk menutupnya
  • Percikan air setelah penyemaian selesai anda lakukan
  • Buatlah sungkup untuk melindungi bibit cabai rawit dari air hujan langsung

Perawatan dengan penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari menggunakan metode spray.

4. Pemindahan Bibit

Setelah lahan siap dan media semai berumur 25-30 hari langkah selanjutnya yaitu memindahkan bibit. Ciri-ciri bibit sehat yaitu berwarna hijau segar dan tidak terserang penyakit. Buat lubang diatas bedengan dengan ukuran menyesuaikan besarnya bibit. Gunakan jarak tanam 80 x 60 cm pada musim hujan dan 70 x 60 pada musim kemarau.

Buang plastik polybag terlebih dahulu kemudian masukan bibit kedalam lubang dan tutup kembali sambil dipadatkan. Waktu penanaman terbaik adalah sore hari guna menghindari terik matahari pada waktu siang. Siram menggunakan air setelah penanaman selesai anda lakukan supaya tanah tidak kering.

5. Perawatan Menanam Cabe Rawit

Perawatan yang benar tentunya dapat merangsang pertumbuhan serta pembuahan menjadi lebih maksimal. Berikut tips perawatan tanaman cabai rawit yang benar.

  • Pemasangan ajir

Pemasangan ajir sebaiknya anda lakukan setelah usia tanam memasuki 1 minggu, gunakan bilahan bambu atau kayu kemudian ikat bibit menggunakan tali rafia untuk mencegah robohnya tanaman akibat angin maupu air hujan. Dalam proses pengikatan diharapkan tidak terlalu kencang supaya tidak mengganggu proses pertumbuhan bibit.

  • Penyiraman

Penyiraman hanya dilakukan apabila media tanam terlalu kering. Pastikan pula tidak terjadi genangan saat musim hujan tiba.

  • Penyiangan Rumput Gulma

Penyiangan bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman, selain itu pemangkasan rumput gulma memberi manfaat supaya nutrisi dalam tanah terserap sempurna pada tanaman cabe rawit. Lakukan pembersihan gulma setelah tanaman  berusia 2 minggu. Lakukan pembersihan rumput setiap satu minggu sekali mengingat pertumbuhan rumput ini sangat cepat.

  • Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan pertama anda lakukan setelah usia tanam 3 minggu menggunakan pupuk NPK dengan dosis 3 kg/1000 batang tanaman dengan mencampurkan dengan air sebanyak 200 liter air.

Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 1 minggu sekali menggunakan pupuk sesuai dengan kebutuhan, anda bisa menggunakan, TSP, KCL, dan ZA. Tambahkan pula pupuk daun guna mencegah serangan hama daun dan menyehatkan daun.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit anda bisa menyemprotkan pestisida sesuai jenis hama yang menyerang tanaman cabe rawit. Untuk lebih jelasnya anda bisa membancanya disini, karen sama seperti pengendalian hama dan penyakit saat budidaya cabe merah keriting.

7. Pemanenan Cabai Rawit

Saat yang anda tunggu dapat anda lakukan setelah usia tanam 80-90 hari setelah tanam. Pemanenan cabe rawit sendiri tidak dapat dilakukan bersamaan mengingat cabai rawit tidak masak bersama. Lakukan pemananenan setiap 1 minggu sekali. Keuntungan menanam cabe rawit lokal adalah mampu bertahan sekitar 2-3 tahun apabila dalam perawatan yang anda lakukan maksimal. Sedangkan untuk cabe rawit hibrida mampu bertahan 8-12 bulan.

Menanam Cabai Rawit Dalam Pot

Ulasan kedua dari kami ini tentunya akan sangan cocok buat anda yang tidak mempunyai lahan luas. Budidaya cabe rawit dalam pot sendiri memiliki keuntungan diantaranya, membuat halaman anda sejuk dan asri. Selain itu dapat mengurangi pengeluaran anda. Tanpa menunggu lama berikut panduan lengkap menanam cabe rawit dalam pot.

  • Siapkan Pot berukuran sedang
  • Isi dengan tanah bercampur pupuk kandang maupun kompos dengan perbandingan 2:1
  • Masukan bibit kedalam pot tutup kembali dengan tanah sambil dipadatkan
  • Siram media tanam setelah proses penanaman selesai anda lakukan

Untuk tahap pemilihan bibit dan perawatan bisa anda baca pada ulasan diatas. Bagi anda yang ingin membuat pupuk organik sendiri dapat anda baca disini. Tentunya dengan membuat pupuk sendiri dapat menghemat pengeluaran dan dapat dijadikan pula bisnis tambahan dengan menjual pupuk organik.

Itulah ulasan dari kami tentang tips menanam cabe rawit, baik di lahan maupun menggunakan media pot. Semoga ulasan ini memberikan manfaat dan pengalaman positif untuk anda.

Salam Tani Indonesia….Selamat mencoba dan semoga berhasil

 

 

Tinggalkan komentar