13 Rahasia Menanam Ciplukan dengan Benar

Menanam ciplukan. Pada kesempatan kali ini ilmutnah.com akan mengulas tentang tata cara membudidayakan ciplukan dengan benar. Beberapa tahun belakangan buah ciplukangan sangat populer karena manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh kita. Saya sendiri dulu mengira buah ciplukan hanyalah buah biasa, dan dianggap sebagai rumput liar. Namun dengan berkembangnya tehnologi membuat kita tahu bahwa ciplukan bukanlah buah sembarangan.

Harga ciplukan sendiri terbilang cukup mahal dibanding buah lain. Dengan tingginya nutrisi serta permintaan pasar tidak sedikit para petani mencoba peruntungannya menanam ciplukan sebagai bisnis mereka. Untuk menanam buah yang memiliki rasa manis ini tidaklah sulit asalkan anda mau belajar dan mempraktekannya dengan teliti.

Sayarat Tumbuh Menanam Ciplukan

Demi Pertumbuhan yang maksimal serta supaya hasil panen bisa maksimal, berikut syarat tumbuh membudidayakan ciplukan yang perlu anda ketahui :

  • Tanaman ciplukan dapat tumbuh dengan baik pada daerah terbuka dengan paparan sinar matahari langsung.
  • Buah ciplukan dapat tumbuh dengan sempurna pada tanah bertekstur gembur.
  • Media tanam dengan kandungan keasaman tanah atau sering disebut dengan ph tanah kurang lebih 5,5-6,8 adalah tempat terbaik untuk menanam ciplukan.

Tahapan Menanam Ciplukan di Lahan

Penjelasan yang akan kami bahas pertama yaitu menanam ciplukan di lahan yang luas. Tentunya pembahasan kali ini akan sangat cocok buat anda yang berniat menanam ciplukan sebagai tambahan bisnis anda. Untuk mengetahui secara lengkap, berikut tahapan membudidayakan ciplukan di lahan :

1. Proses Pengolahan Lahan dalam Menanam Ciplukan

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas, media tanam terbaik untuk menanam ciplukan adalah tanah bertekstur gembur. Maka dari itu, gemburkan terlebih dahulu lahan yang anda pilih menggunkan cangkul atau dengan mesin bajak. Setelah tanah gembur buatlah bedengan untuk mempermudah akar menembus tanah, terutama saat tanaman masih muda. Tinggi bedengan bisa anda buat dengan tinggi 10-20 cm dan lebar 50 cm. Jarak antar bedengan untuk mempermudah proses pengairan dapat anda buat sekitar 15-20 cm.

Taburkan pupuk di atas bedengan sebagai pupuk dasar untuk menambah nutrisi pada media tanam utama. Dalam proses ini anda dapat memberikan pupuk kandang maupun pupuk kompos sebagi pupuk dasar. Proses pemberian pupuk dasar dapat anda lakukan saat pembuatan bedengan, selain mempersingkat waktu anda, pencampuran pupuk tersebut akan lebih merata dan mudah terserap kedalam tanah.

2. Pemberian Mulsa Plastik

Memberikan penutup di atas bedengan bermanfaat untuk mencegah tumbuhnya tanaman gulma. Dimana kita tahu tanaman gulma dapat mengganggu proses pertumbuhan serta dapat mencuri nutrisi yang terkandung dalam tanah. Apabila anda kekurangan modal untuk membeli mulsa plastik, anda bisa menggunakan jerami padi sebagai penutup bedengan.

Setelah bedengan tertutup mulsa plastik atau jerami, aliri air untuk mempercepat proses penguraian pupuk. Anda bisa menggunakan pompa air untuk mempercepat proses ini.

3.Tahap Pemilihan Benih Ciplukan

Pemilihan bibit berkualitas dapat anda lakukan dengan memanfaatkan buah ciplukan yang anda dapatkan. Pastikan buah tersebut benar-benar matang dengan ciri-ciri kulit buah berwarna kuning. Ciri lainya yaitu bagian dalam buah ciplukan berwarna agak kemerah-merahan serta kulit buah yang mengering.

Setelah anda mendapatkan Indukan pencet buah ciplukan, kemudian pisahkan biji ciplukan kemudian jemur dibawah terik matahari hingga kering. Pastikan pula buah yang anda dapatkan berasal dari indukan berkualitas serta tidak terserang hama dan penyakit.

4. Cara Penyemaian Biji Ciplukan

Penyemaian biji ciplukan hampir sama saat anda menyemai cabe merah keriting. Yaitu dengan menggunakan polybag kecil di isi dengan tanah lembut. Untuk mendapatkan tanah yang lembut yaitu dengan cara mengumpulkan tanah terlebih dahulu kemudian di ayak.

Masukan biji ciplukan kedalam media semai dengan kedalaman 2-5 mm. Taburkan tanah secara tipis untuk menutup lubang semai. Sebaiknya buatlah sungkup plastik di atas media semai guna mencegah biji hilang akibat terkena air hujan secara langsung. Percikan air pada media semai demi menjaga kelembaban tanah. Penyiraman dilakukan sebanyak satu kali dalam sehari dalam proses penyemaian biji ciplukan.

5. Pemindahan Bibit Ciplukan

Setelah bibit semai tumbuh dan memiliki kurang lebih 10 helai daun maka bibit siap untuk dipindahkan ke media tanam utam. Pencabutan bibit ciplukan diharapkan dengan hati-hati demi menjaga agar tidak terputus. Anda bisa melakukan penyiraman terlebih dahulu supaya mempermudah dalam proses pencabutan bibit. Cara kedua anda bisa menanam tanah yang menempel langsung dengan catatan plastik polybag anda buang terlebih dahulu sebelum di tanam.

Tanam bibit pada lubang diatas bedengan dengan kedalaman menyesuaikan besarnya bibit. Tutup kembali dengan tanah bercampur pupuk sambil di padatkan agar tidak mudah roboh terkena angin maupun air hujan. Setelah proses penanaman sebaiknya anda mengocorkan atau menyiram bibit supaya tanah tidak terlalu kering.

6. Cara Perawatan Tanaman Ciplukan

Demi menjaga kesehatan serta kesuburan saat anda menanam ciplukan tentunya tidak lepas dari cara perawatan yang baik. Perawatan yang dimaksud seperti, penyiraman, pemupukan susulan, dan penyulaman bibit. Untuk mengetahui informasi tersebut secara rinci simak ulasan berikut ini :

  • Penyiraman

Penyiraman atau pengairan sebaiknya anda lakukan setiap seminggu sekali secara rutin. Apabila anda menemui tanah terlalu kering sebaiknya lakukan dengan segera proses tersebut.

  • Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan serta pembuahan lebih berkualitas. Pemupukan susulan pertama anda lakukan pada usia tanam memasuki 7 hari. Yaitu dengan memberikan NPK dengan dosisi 1 gram/ batang tanaman. Campurkan 1 gelas pupuk NPK/ 35 liter air sampai merata, kemudian berikan 100 cc campuran pupuk tersebut pada setiap batang tanaman ciplukan.

Lakukan pemupukan susulan setiap 2 minggu sekali. Akan tetapi jika dirasa tanaman cukup subur anda bisa melakukan pemupukan susulan setiap 3 minggu sekali. Pada saat musim hujan anda bisa mengurangi dosis NPK, karena air hujan sendiri mengandung nutri N.

  • Penyulaman

Perawatan ke tiga saat anda menanam ciplukan yaitu penyulaman. Proses ini sebaiknya anda lakukan sesegera mungkin supaya pertumbuhan tanaman bisa serempak. Gantilah bibit yang mati atau pertumbuhan lambat menggunakan bibit baru saat tanaman berusia 7 hari setelah tanam.

7. Pemanenan Tanaman Ciplukan

Proses panen ciplukan dapat anda nikmati setelah usia tanaman diatas 3 bulan. Petiklah buah ciplukan yang sudah tua dengan ciri-ciri kulit ciplukan berubah warna menjadi kuning. Cara pemanenan sendiri seperti saat anda menanam apel yaitu dengan memetik langsung buah yang matang. Pemanenan dilakukan setiap 5-10 hari sekali mengingat buah ciplukan yang tidak matang secara bersamaan.

8. Perawatan Pasca Panen

Setelah proses pemanenan selesai anda lakukan, langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan pemupukan susulan kembali. Tujuannya yaitu untuk menjaga tanaman tetap subur serta menjaga produktifitas buah selanjutnya.

Untuk dosis pemupukan susulan pasca panen yaitu dengan melarutkan NPK 2-3 gelas/ 35 liter air. Kemudian kucurkan di dekat batang dengan jarak sekitar 10 cm. Anda bisa menambah zat perangsang buah dengan menyemprotkan ZPT jenis auxin pada daun tanaman ciplukan.

Tahapan Menanam Ciplukan Dalam Pot

Pembahasan kedua yaitu tahapan menanam ciplukan dalam pot. Untuk mempersingkat waktu anda mari kita bahas langsung tahapan-tahapan membudidayakan ciplukan dalam pot :

1. Persiapan Media Tanam

langkah pertama menanam ciplukan dalam pot tentunya dengan menyiapkan media tanam. Siapkan pot berukuran sedang, pastikan bagian bawah pot terdapat lubang. tahapan selanjutnya yaitu mengisi pot dengan tanah yang mengandung humus, sekam dan pasir.

2. Proses Penanaman

Tanam bibit dengan kedalaman kurang lebih 7 cm, kemudian tutup kembali dengan tanah sambil dipadatkan. Letakan pot di tempat yang terkena sinar matahari langsung dan berikan jarak antar pot sekitar 40-50 cm.

Untuk proses pemilihan bibit, penyemaian serta perawatan bisa anda baca pada ulasan di atas.

Cara Pengendalian Hama Saat Menanam Ciplukan

Dalam menanam ciplukan tentunya terdapat hama dan penyakit yang menyerang. Untuk mengendalikannya simak ulasan di bawah ini :

1. Pengendalian Hama Serangga

Hama serangga biasanya menyerang pada bagian daun dan buah. Untuk mengendalikan jenis hama ini anda bisa menyemprotkan insektisida sesuai dosis pada label kemasan.

2. Pengendalian Hama Jamur

Hama jamur umumnya menyerang bagian daun dan akar tanaman ciplukan. Untuk mengendalikan hama ini bisa menyemprotkan cairan fungisida. Ciri-ciri tanaman terkena jamur biasanya layunya daun yang kemudian menyebabkan kematian pada tanaman.

3. Pengendalian Hama Bakteri

Hama bakteri biasanya menyerang bagian akar dan daun ciri-cirinya hampir sama dengan hama jamur. Pengendalian jenis hama ini bisa anda lakukan dengan cara menyemprotkan bakterisida pada tanaman ciplukan.

Tips Sukses Menanam Ciplukan

Setelah kita mengetahui semua tentang menanam ciplukan yang baik dan benar. Sebagai bonus untuk anda berikut rahasia sukses menanam ciplukan :

  • Jika anda ingin sukses dalam budidaya ciplukan pakailah benih yang benar-benar berkualitas.
  • Tambahkan pupuk ZPT GA saat buah masih kecil supaya buah tumbuh lebih besar.
  • Supaya tanaman lebih sehat, kuat dan untuk mempercepat pertumbuhan anda bisa menambahkan pupuk NPK dan Calcium sebagai pupuk dasar.

Manfaat Ciplukan Bagi Kesehatan

Salah satu penyebab populernya serta tingginya harga buah ciplukan salah satunya yaitu peran buah ciplukan bagi kesehatan. Berikut manfaat tidak terduga dari buah ciplukan untuk kesehatan :

  • Dapat menyembuhkan penyakit jantung
  • Dapat digunakan sebagai obat asma
  • Bisa mengobati penyakit kurap
  • Dapat menurukan tekanan darah dan demam
  • Dapat membantu proses penyembuhan penyakit stroke

Tentunya masih banyak lagi manfaat buah ciplukan bagi kesehatan. Itulah ulasan dari saya mengenai tahapan menanam ciplukan, baik di lahan maupun dalam pot. Semoga memberikan informasi yang bermanfaat untuk anda.

Salam Tani Indonesia

 

Leave a Comment