7 Panduan Lengkap Menanam Jabon Dengan Mudah

Menanam Jabon. Pada kesempatan ini ilmutanah.com akan mengulas tentang tata cara menanam jabon dengan lengkap dan mudah. Beberapa tahun belakang pohon jabon sangat populer di masyarakat, karena kekurangan kayu akibat penebangan liar. Melihat kondisi itu tentunya pemerintah harus berputar otak untuk memenuhi kebutuhan.

Disaat yang sama banyak pohon jati dan sengon terkena tumor kayu, sehingga menyebabkan terjadinya gagal panen. Disitulah awal mula populernya kayu jabon sebagai kayu pengganti. Menanam Jabon sendiri memiliki keuntungan tersendiri dimana memiliki pertumbuhan cepat. Pohon jabon dapat dipanen saat usia memasuki 5 thn. Tentunya ini mirip sekali dengan proses pertumbuhan kayu sengon.

Dengan melihat kesempatan tersebut banyak para pembudidaya pohon taunan memilih berinfestasi jangka panjang dengan menanam kayu jabon di lahan mereka.Untuk mengetahui langkah-langkah menanam jabon simak penjelasan di bawah ini :

Menanam Kayu Jabon Di Lahan

1. Pemilihan Bibit Berkualitas

Langkah pertama budidaya jabon tentunya mempersiapkan bibit berkualitas. Menggunakan bibit unggul tentunya dapat meningkatkan peluang tumbuh dan panen berhasil menjadi lebih besar. Cara pertama untuk mendapatkannya bisa membeli di toko penjualan bibit dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Batang tanaman utama tegak lurus
  • Tidak terserang hama dan penyakit
  • Bibit terlihat segar dan subur
  • Tidak memiliki banyak tunas

Cara kedua mendapatkan bibit unggul yaitu dengan membuatnya sendiri. Berikut Langkah penyemaian benih jabon :

  • Siapkan media semai bisa menggunakan pot atau ember dan nampan
  • Isi media semai menggunakan tanah halus dan pasir 1:1
  • Pastikan tanah bisa disterilkan terlebih dahulu
  • Kemudian taburkan biji jabon pada media semai dan siram setiap pagi dan sore hari
  • Simpan ditempat teduh agar terhindar dari air hujan langsung

2. Pengolahan Lahan

langkah kedua budidaya jabon adalah dengan mempersiapkan lahan. Pastikan tanaman rumput gulma sudah anda bersihkan sebelum pembuatan lubang tanam. Setelah lahan bersih buatlah lubang tanam dengan ukuran 1 x 1 m. Mengingat pohon jabon dapat tumbuh tinggi hingga 40 m, buatlah jarak tanam 3-4 meter.

Langkah selanjutnya setelah pembuatan lubang rampung, isikan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar. Siram lubang tanam dan gunakan media tanam utama setelah 2 minggu pemberian pupuk dasar.

3. Penyemaian Lanjutan

Sambil menunggu pupuk dasar terserap sempurna kedalam tanah. Tahap ketiga yaitu melakukan penyemaian lanjutan. Berikut caranya :

  • Siapkan polybag sebagai media semai lanjutan menggunakan tanah, arang sekam, dan pupuk kandang atau kompos, perbandingan semuanya adalah 1:1:1.
  • Anda bisa menambahkan pupuk urea sebanyak 1 sendok makan/polybag.
  • Pindahkan bibit setelah memiliki setidaknya 3-4 helai daun. Hal yang perlu diperhatikan adalah proses pemindahan diharapkan dengan hati-hati agar tidak merusak akar bibit.
  • Untuk mempermudah pencabutan, bisa membasahi media semai memakai air.
  • Tanam bibit pada media semai lanjutan dan simpan ditempat teduh.
  • Bila diperlukan buatlah sungkup penutup bibit supaya tidak terkena air hujan langsung.
  • Proses penyimaran sama dengan penyemaian awal yaitu 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore hari.

4. Proses Penanaman Bibit

Pindahkan bibit jabon setelah memiliki tinggi kurang lebih 30-50 cm, pidahkan pada media tanam utama. Waktu penanaman terbaik yaitu pada awal musim penghujan dan dilakukan pada sore hari. Tujuannya adalah agar pasokan air tercukupi serta tidak terkena terik sinar matahari pada siang hari.

Siram setelah proses penanaman selesai dilakukan demi menjaga kelembaban tanah. Sebelum bibit di tanam buang plastik polybag hati-hati supaya tidak merusak akar. Tanam pada lubang dan tutup kembali sambil dipadatkan untuk mejaga tanaman roboh oleh angin dan air hujan.

5. Perawatan Menanam Jabon

Perawatan disini tentunya berbeda dengan menanam cabe merah keriting. Perawatan saat anda menanam jabon cukuplah melakukan penyiraman secara rutin. Pemberian pupuk kandang dilakukan setiap 6 bulan sekali, gali dengan jarak 20-30 cm dari batang pohon sedalam 10 cm. Aduk hingga merata pupuk lanjutan terbut hingga membentuk gundukan. Lakukan juga penyiangan apabila terdapat tanaman pengganggu di sekitarnya.

6. Pemanenan Jabon

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas, pemanenan jabon dapat dilakukan setidaknya saat usia tanam 5 thn. Semakin lama pohon jabon tentunya semakin besar dan semakin tinggi pula nilai ekonominya.

Sisakan 10 cm dari pangkal pohon saat melakukan pemanenan, karena sisaan tersebut dapat tumbuh kembali. Tentunya ini  menjadi keuntungan tersendiri buat anda. Keuntungan lainnya yaitu akar sisa panen tersebut akan lebih cepat tumbuh dibandingan mengulang lagi dari awal pembibitan.

7. Perawatan Pasca Panen

Langkah terahir menanam jabon adalah perawatan setelah pemanenan. Oleskan obat penutup luka pada bekas potongan kemudian tutup memakai plastik transaparan. Lepas penutup tersebut setelah tunas baru mulai tumbuh.

Itulah ulasan dari saya tata cara menanam jabon dengan baik dan benar. Semoga memberikan informasi dan wawasan posifit buat anda.

Salam Tani Indonesia

Leave a Comment