5 Tips Lengkap Menanam Jambu Madu agar Cepat Berbuah Lebat

Menanam jambu madu. Pada kesempatan kali ini ilmutanah.com akan mengulas tentang tata cara membudidayakan jambu madu dengan benar. Jambu madu adalah salah satu jenis jambu air yang sangat populer di kalangan masyarakat. Varietas ini memiliki rasa yang manis dan segar, sehingga membuat harga jambu madu lebih tinggi dibanding dengan jenis lain.

Semakin banyak permintaan pasar akan jambu madu tentunya dapat menjadi peluang buat anda menjadikan bisnis dengan cara menanamnya di lahan anda.

Menanam Jambu Madu di Lahan

Untuk memaksimalkan lahan yang anda miliki, menanam jambu madu menjadi salah satu solusi buat anda. Disamping untuk menambah menu sehat buat keluarga anda, buah ini juga dapat anda jual di pasar. Untuk mempersingkat waktu anda, berikut langkah membudidayakan jambu madu pada lahan :

1. Pemilihan Lokasi Tanam

Langkah pertama menanam jambu madu tentunya dengan memilih lahan yang cocok untuk membudidayakannya. Pemilihan lahan dengan tepat tentunya dapat meningkatkan hasil panen serta dapat memaksimalkan pertumbuhan. Di bawah ini ciri-cir lahan yang cocok untuk menanam jambu madu :

  • Tempat terbuka dengan paparan sinar matahari langsung adalah tempat terbaik sebagai media tanam utama.
  • Lahan dengan kandungan unsur hara yang cukup (subur)
  • Memiliki tanah bertekstur gembur serta dekat dengan mata air untuk mempermudah saat anda melakukan penyiraman.
  • Lahan dengan kandungan keasaman tanah atau ph tanah sekitar 5,5-7,5.

2. Pembibitan Jambu Madu

Langkah kedua cara menanam jambu madu yaitu dengan memilih bibit berkualitas. Dalam hal ini terdapat dua cara yaitu, dengan vegetatif dan generatif. Kedua metode tersebut tentunya memiliki kekurangan serta kelebihan masing-masing. Simak dengans seksama penjelasan keduanya :

a. Kelebihan dan Kekurangan Generatif

* Kelebihan membudidayakan jambu metode generatif

  • Hasil panen dapat lebih banyak dibandingkan indukannya.
  • Memiliki akar yang lebih kuat.
  • Bibit dari biji biasanya lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

* Kekurangan menanam jambu madu dari biji

  • Resiko tumbuh lebih kecil dibanding dengan metode vegetatif
  • Pertumbuhan tanaman lebih lama dan memakan biaya lebih besar dari proses pembibitan hingga pemanenan.

b. Kelebihan dan kekurangan vegetatif 

* Kelebihan menanam jambu madu dengan mencangkok

  • Lebih cepat dalam pertumbuhan serta pembuahan dibanding dengan cara generatif
  • Memiliki prensentasi bibit tumbuh lebih besar dan biaya yang dikeluarkan lebih hemat.

* Kekurangan budidaya jambu madu metode pencangkokan ( vegetatif )

  • Tidak memiliki akar sekuat saat menanam jambu dari biji
  • Tanaman tidak setangguh dalam serangan hama dan penyakit seperti dengan cara generatif (dari biji)

3. Pembuatan Bibit Vegetatif dan Generatif

Langkah ke tiga menanam jambu madu yaitu pembuatan bibit. Berikut penjelasan masing-masing metode baik generatif maupun vegetatif.

a. Cara generatif

  • Pilihlah biji yang berasal dari buah berkualitas serta tidak terserang hama dan penyakit.
  • Cuci bersih biji menggunakan air, keringkan dengan menjemur selama 1 jam
  • Siapkan polybag di isi dengan tanah dan pupuk dengan perbandingan 1:1
  • Masukan bibit sedalam 5 cm kemudian taburkan tanah secara tipis untuk menutupnya.
  • Siram secara rutin media semai setiap 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore hari. Bibit siap dipindah apabila sudah tumbuh dengan tinggi sekitar 15 cm.

b. Pembibitan dengan cara mencangkok

  • Pilih indukan yang sudah terbukti dapat berbuah dengan lebat serta berkualitas.
  • Indukan tidak terserang hama dan penyakit
  • Pilih batang tangkai berdiameter sekitar 3 cm
  • Kupas kulit batang tangkai menggunakan pisau atau cutter berukuran 5 cm.
  • Bersihkan getah pada batang yang sudah dikupas, anda bisa menyiramnya dengan campuran ZPt penumbuh akar.
  • Lapisi dengan tanah humus secara melingkah pada media cangkok
  • Tutup dengan plastik berlubang atau serabut kelapa kemudian ikat di setiap ujung menggunakan tali rafia.
  • Siram media cangkok secara berkala untuk memperlancar pertumuhan.
  • Pindahkan bibit ke media tanam utama apabila sudah tumbuh akar.

4. Pengolahan Lahan

Untuk pengolahan lahan menanam jambu madu tidak rumit anda cukup membersihkan gulma di area tanam. Kemudian buatlah lubang tanam berukuran 25×30 cm dengan kedalaman 20-30 cm. Buatlah jarak antar tanaman 1,5-2,5 m serta sejajar untuk mempermudah saat proses perawatan.

Tambahkan pupuk kandang bisa dengan kotoran kambing sebanyak 5 ember semen, NPK,  tambahkan juga pupuk dolomit, gula dapur masing-masing 2 sendok teh, masukan semua pupuk tersebut kedalam lubang tanam. Tutup kembali dengan tanah dan biarkan terlebih dahulu selama dua minggu.

5. Pemindahan Bibit Jambu Madu

Setelah bibit dan lahan siap langkah selanjutnya yaitu dengan memidahkan bibit ke media tanam utama. Buat lubang kembali dengan ukuran menyesuaikan besarnya bibit. Tambahkan insektiseda dan fungisida pada lubang, kemudian masukan bibit.

Pastikan anda membuang plastik bibit terlebih dahulu sebelum di tanam. Tutup kembali dengan campuran tanah serta pupuk sambil dipadatkan. Siram setelah penanaman selesai anda lakukan.

6. Perawatan Menanam Jambu Madu

Perawatan yang baik tentunya dapat merangsang pertumbuhan serta pembuahan menjadi lebih baik. Berikut perawata agar tanaman jambu madu dapat berbuah dengan lebat :

  • Penyiraman

Proses penyiraman saat membudidayakan jambu muda tidak serutin seperti saat anda membudidayakan buah pir. Siram secara berkala 2 kali sehari pada saat tanaman usia muda serta saat mulai tumbuh bunga.

  • Pemupukan susulan

Pemupukan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan serta pembuahan lebih maksimal. Berikan pupuk NPK dengan dosis 2 gelas NPK / 35 liter air. Kocorkan dekat dengan pangkal pohon secara rutin setiap dua minggu sekali setelah usia tanam memasuki 2 bulan.

  • Penyiangan

Proses ini harus dilakukan secara rutin demi menjaga pertumbuhan jambu madu lebih optimal. Pembersihan gulma anda lakukan setelah usia tanam satu minggu serta dilakukan secara rutin setiap tanaman gulma mulai tumbuh.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman buah jambu madu yaitu hama buah dan daun, untuk mengendalikan hama tersebut bisa dengan cara menyemprotkan pestisida sesuai dosis.

7. Pemangkasan Buah Jambu Madu

Pemangkasan bertujuan untuk memaksimalkan tunas yang produktif serta dapat mengurangi gangguan hama menyebar. pangkas menggunakan gunting atau alat pemotong lain yang bersih pada tunas yang terkena penyakit atau tunas yang kurang produktif.

8. Pemanenan Buah Jambu Madu

Pemanenan jambu madu dapat anda lakukan setelah usia tanam memasuki sekitar 2 tahun. Pemanenan bisa dengan memetik langsung pada buah yang sudah masak dengan ditandai berubahnya sebian besar buah berwarna merah.

8. Perawatan Setelah Panen

Perawatan setelah panen bermanfaat untuk menjaga produktifitas panen musim selanjutnya, selain itu juga dapat menambah hasil panen. Perawatan dapat anda lakukan dengan memberikan pupuk NPK serta menyemprotkan ZPT auxin pada saat pohon mulai berbunga.

Manfaat Jambu Madu Bagi Kesehatan

5 Tips Lengkap Menanam Jambu Madu agar Cepat Berbuah Lebat

Setelah kita membahas langkah-langkah menanam jambu madu, selain sebagai bisnis jambu madu juga sangat bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya :

  1. Dapat Mencukupi Kebutuhan air
  2. Dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  3. Dapat menjaga kelembaban kulit
  4. Membantu menurunkan kolesterol dalam tubuh
  5. Membantu menjaga kesehatan mata

Itulah ulasan dari saya mengenai bagaimana cara menanam jambu madu. Semoga ulasan di atas memberikan informasi yang bermanfaat buat anda.

Salam hangat buat anda dan keluarga

 

 

 

 

Tinggalkan komentar