8 Panduan Lengkap Bagi Pemula Menanam Kedelai dengan Benar

Menanam kedelai. Pada kesempatan kali ini ilmutanah.com akan mengulas bagaimana cara menanam kedelai dengan hasil melimpah. Tanaman kedelai adalah jenis bahan pangan yang sering digunakan untuk pembuatan tempe, tahu dan susu. Dengan banyaknya kebutuhan akan kedelai yang meningkat setiap tahunnya, membuat harga kedelai relatif stabil.

Kacang kuning, kacang bulu dan kancang polong adalah nama lain dari kacang kedelai yang sering disebut oleh masyarkat Indonesia. Untuk menanam kedelai sendiri tidaklah sulit asalkan anda melewati langkah-langkah dengan baik dan benar.

Syarat Tumbuh Menanam Kedelai

Sebelum kita membahas pokok inti cara menanam kedelai. Hal penting yang perlu anda ketahui yaitu syarat tumbuh membudidayakan kedelai. Untuk mengetahuinya simak ulasan di bawah ini :

  • Tanaman kedelai dapat tumbuh dengan baik pada lahan yang mempunyai drainase yang baik.
  • Daerah dengan curah hujan sekitar 100-200 mm/ bulan.
  • Tempat dengan ketinggian sekitar 0-900 MDPL
  • Media tanam utama terbuka dengan sinar matahari langsung penuh sekitar 10 jam/ hari.
  • Tanah gembur
  • Memiliki keasaman (ph Tanah) 5,5-7,5

Setelah kita mengetahui syarat tumbuh menanam kedelai berikut tahapan-tahapan menanam kedelai :

Menanam Kedelai di Lahan Luas

8 Panduan Lengkap Bagi Pemula Menanam Kedelai dengan Benar

Pembahasan pertama yang akan kita bahas yaitu menanam kedelai dengan jumlah besar atau di lahan yang luas. Tentunya ulasan ini akan cocok buat anda yang berniat membudidayakan kedelai sebagai bisnis anda. Untuk mempersingkat waktu, berikut ulasannya :

1. Pengolahan lahan Kedelai

Tanaman kedelai dapat tumbuh baik pada lahan yang gembur serta subur. Untuk itu langkah pertama yaitu dengan melakukan penggemburan tanah bersamaan dengan pembersihan tanah dari rumput gulma.

Proses penggemburan bisa menggunakan mesin bajak maupun cangkul. Setelah tanah gembur buatlah tegalan dengan tinggi 30 cm dan lebar 50-100 cm dengan panjang menyesuaikan dengan lahan anda.

Tambahkan dolomit jika keasaman tanah atau ph tanah kurang serta taburkan pupuk TSP, KCL dan pupuk urea dengan perbandingan 2:1:1 sebagai pupuk dasar. Siram media tanam setelah pemupukan dan diamkan selama 2 minggu agar pupuk terserap sempurna pada lahan.

2. Persisapan Benih Berkualitas

Langkah kedua menanam kedelai yaitu mempersiapkan bibit berkualitas. Dengan bibit unggul tentunya dapat merangsang pertumbuhan menjadi lebih baik. Pemilihan bibit bisa anda membelinya di toko pertanian serta terdapat setitifikasi dari dinas pertanian.

Jika anda memilih bibit dari tanaman sebelumnya pastikan pula bibit dari indukan berkualitas serta tidak terserang penyakit. Kebutuhan bibit kurang lebih sebanyak 40 kg/ ha.

3. Penanaman Bibit Kedelai

Tahap ke tiga setelah bibit dan lahan sudah siap, masukan kedelai pada lubang, anda bisa memasukan 2-3 biji/lubang. Tutup kembali dengan tanah tipis kemudian airi tanah setelah penanaman selesai anda lakukan untuk menjaga kelembaban tanah.

Sebelum biji ditanam sebaiknya dilakukan perendaman selama 5-6 jam dengan air bercampur insektisida dan pestisida kadar keduanya 100 gram /1o kg benih. Waktu terbaik untuk menanam kedelai yaitu saat setelah hujan turun atau kondisi tanah yang basah.

4. Cara Perawatan Kedelai yang Baik

Perawatan yang baik tentunya dapat memaksimalkan pertumbuhan serta dapat merangsang pembuahan menjadi lebih optimal. Berikut penjelasan bagaimana cara perawatan menanam kedelai :

  • Pengairan

Tanaman kedelai sangat peka apabila pengairan pada lahan terasa kurang, saat usia tanam 15-21 setelah tanam, usia 25-35, dan 55-70 adalah waktu yang sangat penting untuk melakukan pengairan. Bila perlu gunakanlah pompa air dalam proses ini untuk mempermudah anda.

  • Penyiangan

Rumput gulma atau rumput pengganggu dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman kedelai kurang maksimal. Serta dapat mengurangi kandungan nutrisi pada tanah yang seharusnya untuk tanaman utama.

Untuk mengatasi permasalahan diatas sebaiknya anda melakukan pembersihan gulma secara rutin setiap 2 minggu sekali. Lakukan pembersihan hingga masa panen secara rutin mengingat pertumbuhan jenis rumput ini terbilang cepat.

  • Pemupukan Susulan

Pemupukan saat anda membudidayakan kedelai bertujuna untuk menjaga pertumbuhan tetap terjaga, serta dapat merangsang tumbuhan berbunga dengan cepat. Pemupukan dilakukan jika dirasa tanah kurang subur dengan menggunakan pupuk TSP dan KCL.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Seperti saat anda menanam apel pengendalian hama juga perlu anda lakukan saat membudidayakan kedelai. Tujuan pengendalian hama dan penyakit tentunya agar tanaman dapat tumbuh dengan maksimal serta membuat kacang kedelai memiliki kualitas unggul untuk meningkatkan keuntungan saat panen nantinya. Berikut pengendalian hama menurut jeninya :

  • Uret

Jenis hama ini termasuk larva menyerang pada akar tanaman sewaktu umur masih muda, untuk mengendalikan jenis hama ini anda bisa menaburkan insektisida saat pemberian pupuk dasar di atas.

  • Ulat grayak

Ulat grayak biasanya menyerang bagian buah dan daun kedelai, untuk pengendalian jenis hama ini bisa anda lakukan penyemprotan insektisida pada waktu sore hari.

  • Hama Jamur Patogen

Pengendalian jenis hama ini dengan cara menyemprotkan pestisida dengan dosis sesuai yang tertera pada label. Kocorkan fungisida apabila hama ini menyerang bagian akar tanaman.

  • Hama Jenis Lalat Buah

Jenis hama ini umumnya menerang pada bagian buah saat masih muda seperti saat anda menanam tomat, cabe merah keriting. untuk mengendalikan hama ini yaitu dengan cara menyemprotkan insektisida.

6. Pemanenan Kedelai

Saat ditunggu bagi pegiat budidaya kedelai tentunya masa panen. Proses ini dapat anda lakukan setelah usia tanam 3 bulan. Pemanenan kedelai saat muda jika anda bertujuan untuk menjual kedelai muda yang biasanya untuk direbus.

Cara kedua yaitu dengan menjual biji kedelai, tunggu sampai kedelai tua dengan ciri-ciri kulit kedelai berwarna kecoklatan. Setelah Panen selesai jemur kedelai sampai kering untuk memermudah mengeluarkan biji kedelai setelah itu anda bisa menjual biji kedelai kering di pasar.

Menanam Kedelai dalam Pot

Tidak hanya dengan media yang luas, menanam kedelai juga dapat anda lakukan dengan menggunakan pot maupun polybag. Tentunya metode ini bisa digunakan untuk pembelajaran ataupun untuk bisnis anda. Berikut membudidayakan kedelai dalam polybag :

1. Persiapan Media Tanam

Siapkan pot atau polybag dengan diameter sekitar 30 cm, atau dengan selera anda. Pastikan media tanam memiliki lubang dibagian bawah untuk mencegah terjadinya genangan saat anda melakukan penyiraman. Isi media tanam dengan menggunakan campuran, pupuk kompos, kandang serta tanah gembur dengan perbandingan ketiganya 1:1:1. Sebelum anda memasukannya pastikan ketiga media tanam itu tercampur merata. Sirami dengan air setelah media tanam siap supaya tidak terlalu kering.

2. Penanaman Bibit

Buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5-7 cm, masukan bibit kedelai kemudian tutup kembali dengan campuran tanah diatas secara tipis. Untuk setiap pot atau polybag anda bisa memasukan setidaknya sampi empat biji. Percikan air setelah proses penanaman selesai, tujuannya agar pasokan air tercukupi.

Untuk pemilihan bibit berkualitas serta cara perawatan menanam kedelai bisa anda baca kembali pada ulasan pertama.

Itulah ulasan dari saya mengenai bagaimana cara menanam kedelai dengan benar baik di lahan maupun dengan media polybag. Semoga ulasan kali ini memberikan manfaat serta informasi buat anda.

Salam hangat buat anda dan keluarga

 

 

Tinggalkan komentar